SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI, SUGENG RAWUH, SUGENG LENGGAH SINAMBI NYIMAK

Kamis, 19 Mei 2016

SMP 4 MEWUJUDKAN SEKOLAH HARAPAN DAN KESAYANGAN MASYARAKAT


Pada masa sekarang ini pelaku pendidikan dituntut untuk tahu banyak (knowing much), berbuat banyak (doing much), mencapai keunggulan (being exellence), menjalin hubungan dan kerja sama dengan orang lain (being sociable), serta berusaha memegang teguh nilai-nilai moral (being morally). Manusia “unggul, bermoral, dan pekerja keras” inilah yang menjadi tuntunan dari masyarakat global.

Syarat Sekolah  harapan dan kesayangan
Ada beberapa faktor yang harus dicapai agar suatu sekolah bisa dikategorikan sekolah yang diharapkan dan diminati Masyarakat: 
1. Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Profesional. Kepala Sekolah seharusnya  
     memiliki kemampuan pemahaman dan pemahaman yang menonjol. Dari beberapa
     penelitian, tidak didapati sekolah yang maju namun dengan kepala sekolah yang
     bermutu rendah.
2.  Guru-guru yang tangguh dan profesional
    Guru merupakan ujung tombak kegiatan sekolah karena berhadapan langsung dengan
      siswa.  Guru yang profesional mampu mewujudkan harapan-harapan orang tua dan
      kepala sekolah dalam kegiatan sehari-hari di dalam kelas.
3. Memiliki tujuan pencapaian filosofis yang jelas
    Tujuan filosofis diwujudkan dalam bentuk Visi dan Misi seluruh kegiatan sekolah.
    Tidak hanya itu, visi dan misi dapat di cerna dan dilaksanakan secara bersama oleh
     setiap elemen sekolah.
4. Lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran
     Lingkungan yang kondusif bukanlah hanya ruang kelas dengan berbagai fasilitas
     mewah, lingkungan tersebut bisa berada di tengah sawah, di bawah pohon atau di 
    tempat yang ndeso sekali seperti Sekolah kami,  Yang jelas lingkungan yang kondusif
     adalah yang lingkungan yang dapat memberikan dimensi pemahaman secara
     menyeluruh bagi siswa
5. Jaringan organisasi yang baik
     Jelas, organisasi yang baik dan solid baik itu organisasi guru, orang tua akan
     menambah wawasan dan kemampuan tiap anggotanya untuk belajar dan terus
     berkembang. Serta perlu pula dialog antar organisasi tersebut, misalnya forum
     Orang Tua Murid dengan forum guru dalam menjelaskan harapan dari guru dan
     kenyataan yang dialami guru di kelas.
6. Kurikulum yang jelas
     Permasalahan di Indonesia adalah kurikulum yang selalu berganti-ganti yang seolah-
     olah selalu coba-coba,…. Hal inilah yang membingungkan siswa dan orang tua.
7. Evaluasi belajar yang baik berdasarkan acuan patokan untuk mengetahui apakah
   tujuan pembelajaran dari kurikulum sudah tercapai
    Bila kurikulum sudah tertata rapi dan jelas, akan dapat teridentivikasi dan dapat
   terukur targer pencapaian pembelajaran sehingga evaluasi belajar yang diadakan
    mampu mempetakan kemampuan siswa.
8. Partisipasi orang tua murid yang aktif dalam kegiatan sekolah.
     Di sekolah unggulan dimanapun, selalu melibatkan orang tua dalam kegiatannya.
     Kontribusi yang paling minimal sekali adalah memberikan pengawasan secara sukarela
     kepada siswa pada saat istirahat. Pada proses yang intensif, orang tua dilibatkan
     dalam proses penyusunan kurikulum sekolah sehingga orang tua memiliki tanggung-
     jawab yang sama di rumah dalam mendidik anak sesuai pada tujuan yang telah
     dirumuskan. Sehingga terjalin sinkronisasi antara pola pendidikan di sekolah dengan
      pola pendidikan di rumah.

Langkah strategis

Langkah strategis untuk melakukan pengembangan sekolah unggulan memerlukan upaya sebagai berikut:

1.    Membangun Mindset Secara Kolektif

Dalam mengembangkan mutu sekolah unggulan membutuhkan pandangan, cita-cita, imajinasi, nilai-nilai keyakinan yang kuat dan kolektif. Mindset yang perlu dibangun pada sekolah unggulan adalah menanamkan keyakinan dan tekad bersama kepada seluruh warga sekolah. Mereka digerakkan untuk memperjuangkan keunggulan institusi, dengan cara mengimplementasikan visi, misi, tradisi, orientasi dan mimpi-mimpinya ke depan selalu disosialisasikan oleh pimpinan di semua tingkatan melalui berbagai bentuk publikasi, baik secara lisan, tulisan dan bahkan media lainnya secara terus menerus ke seluruh warga sekolah.
Inspirasi dan semangat inilah yang harus dibangun dan dikembangkan untuk meningkatkan mutu akademik dan institusinya.

2.    Menciptakan Inovasi secara Terus Menerus

Keunggulan sekolah sesungguhnya terletak pada inovasinya. Inovasi merupakan usaha dan kerja nyata untuk mencari dan membuat hal baru demi meraih kemajuan dan keunggulan bagi lembaga pendidikan itu sendiri. Inovasi harus didasarkan pada kebutuhan idealita dan realita agar sekolah itu terus maju dan berkembang.

Bentuk inovasi itu misalnya, perbaikan atau penambahan sarana fisik, akademik, tenaga guru dan karyawan, perekrutan siswa dan seluruh aspek yang ada. Inovasi lainnya misalnya menciptakan kultur sekolah yang Njawani, mentradisikan upaya ketaqwaan kepada Allah SWT, menggerakkan pusat seni dan olah raga, dan seterusnya. Modal seperti inilah yang harus dituangkan dalam visi dan orientasi sekolah yang menarik.

Melalui usaha demikian dimaksudkan agar sekolah yang menarik hati dapat menawarkan sesuatu yang baru, yang khas dan memiliki keunikan yang diperhitungkan oleh banyak orang. Tugas ini membutuhkan seorang pemimpin yang imajinatif dan didukung oleh warga sekolah yang dedikatif dan istiqamah. Tanpa modal itu inovasi sulit diwujudkan dalam kerangka operesional di lapangan.

3.    Memanfaatkan Teknologi Informasi
Menurut hemat penulis, untuk memajukan sekolah yang merata dan berkualitas membutuhkan energi pikiran, tenaga dan usaha yang tiada henti. Sekolah unggulan saatnya mengembangkan pembelajaran berbasis digital, selain yang sudah ada, guna mengefektifkan program dan kegiatan pendidikan yang lebih maksimal.

Pendidikan sekolah unggulan jangan sampai tertinggal di bidang teknologi informasinya. Dengan pemanfaat IT tersebut para siswa dapat belajar lebih intensif, disamping melalui sistem reguler dan kurikuler. IT dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang mudah dan berjangkauan luas, tanpa hambatan waktu dan tempat.

Jika sekolah mampu melaksanakan program sekolah unggulan dengan maksimal, maka bisa dipastikan sekolah akan mampu mengimbangi bahkan mengungguli kualitas pendidikan umum yang ada.

Amiin.

Selasa, 17 Mei 2016

SMPKU MEMBANGUN


Gadingrejo Kepil Wonosobo………..
Tulisan ini bermula dari terinspirasinya penulis oleh Maestro SMP N 2 Kepil, yaitu sahabatku Maryanto, S.Kom.
 Dengan hadirnya pimpinan baru di SMP N 4 Kepil,…. Maka sudah pasti lah membawa nuansa baru di sekolah kami. Berangkat dari rakor SMP N 4 Kepil, Pihak SMPN 4 Kepil Kabupaten Wonosobo, melakukan program gebrakan sekolah secara terpadu yang melibatkan seluruh elemen sekolah dalam satu tekad untuk berhasil terobos SMP Negeri 4 Kepil “Beriman “ dan” berseni” (Bersih, Indah dan Nyaman). Sekaligus siswanya berprestasi serta berbudi luhur dan berkarakter yang baik, namun tetap dalam koridor acuan nuansa Islami dan Nyeni dalam bingkai NKRI.
Untuk merealisasi tekad tersebut belum lama ini, pihak sekolah bersama-sama dengan dewan guru melakukan pengembangan pendidikan sesuai hasil musyawarah dan sudah sepakat membuat berbagai program untuk mencapai tujuan dengan tekad realisasi tuntas.
Pencapaian pengembangan dengan tekad agar para pelajar berkualitas, berkarakter dan bermoral baik, berpretasi, berbudaya dan berkualitas, maka para dewan guru memformatkan berbagai hal sekaligus meningkatkan proses belajar mengajar yang enjoi (menyenangkan) dengan berbagai praktek kegiatan ekstrakurikuler.
Ketua Komite SMP Negeri 4 Kepil menyebutkan, secara konstitusi” Saya atas nama pribadi dan selaku Ketua Komite Sekolah mengakui peningkatan sumberdaya manusia (SDM) memang harus terus dipatri melalui pendidikan baik itu formal maupun nonformal. SDM yang handal tentu harus pula disertai keimanan yang mendalam disanubari. Itu sangat penting.
Maka dengan pelaksanaan program “Beriman”dan “Berseni “ yang dilaksanakan SMPN 4 Kepil didukung semua pihak. Kenapa ? ! Karena mereka secara kekerluargaan dan kebersamaan menanamkan hal tersebut sebagai fondasi dasar yang kuat dan kokoh terhadap siswa. Dalam membangun karakter siswa, tambah Bapak Soleh selaku Pembantu Pimpinan bidang Kesiswaan, perlu dilandasi keimanan yang terpatri secara mendalam sebab hal itu sangat mendasar untuk mencapai tujuan sekolah Beriman.
Pak Hadi Rosadi  menyebutkan, dengan acuan agama mereka mempunyai modal yang kuat untuk diandalkan sebagai benteng pertahanan diri dalam kehidupan masyarakat, mengantisipasi maksiat termasuk Narkoba  dan pelecehan seksual yang saat ini sudah menjadi penyakit masyarakat.
Sementara itu Hadi Rosadi,  salah seorang guru di SMPN 4 Kepil, menyebutkan, program sekolah untuk ke depan dengan tekad peserta didiknya terpatri akhlak mulia serta keimanan yang kuat, pihaknya eksis melakukan gebrakan pelaksanaan pembacaan ayat-ayat pendek bagi siswa pada jam pertama masuk proses. Kemudian setiap Jumat semua siswa membaca Yasin dan Al-Quran yang dipandu oleh sejumlah guru agama dan terkadang mengundang Ustaz dari luar sekolah.
“Pokoknya kami berupaya meningkatkan kegiatan-kegiatan di sekolah dengan kreativitas seni peserta didik dengan tujuan untuk menghidupkan dan memberdayakan gaung syiar dan syair Asma Allah,” Juga tak lupa Seni Tari Ndolalak sebagai Ikon SMP N 4 Kepil, akan semakin di galakkan…. Rencananya akan Live , artinya di iringi Alat music langsung yang akan di pelopori oleh dewan Guru bersama anak-anak
Group Drumb Band dan Band SMP 4 yang sudah mau tidur, akan dibangkitkan kembali….. asyiiik pokoknya…. Jozzz gandhozzzz………………….

Sabtu, 02 April 2016

NOTASI LANGGAM CAPING NGGUNUNG He hee...


NOTASI LANGGAM CAPING GUNUNG

 

Slendro Sanga
Bawa pangkur :
Saben bengi nyawang konang  (E, timbang ngrungoke wong padu)
Yen memajang mung karo janur kuning  (E, tak kudange anakku)
Kembang wae weton nggunung (Endek lemu, dhuwur lemu Wong sak omah lemu kabeh)
Panas udan aling-aling caping gunung (Misoa caping gunung, e    la yo mas)
Nadyan  wadon sarta lanang
Inumane banyu  bening

Buka  :     6      2  1  6  5           2  2  3  2           1  1  2 (5)
. . . . . . .            5  i  6  5            3  5  3  2           6  i   6  5
5  5  5  5           1  6  3  5            2  3  2  1          2  6  3  (5)
1  2  1  6           3  2  3  5            1  2  1  6           3  2  3  5
1  2  1  6          3  2  3  5            2  3  5  3           2  1  2  (1)


Cakepan Gerong
Dhek jaman berjuang, njur kelingan anak lanang
Biyen tak openi, ning saiki ana ngendi
Jarene wis menang, keturutan sing digadhang
Biyen nate janji, ning saiki apa lali
Neng nggunung tak cadhongi sega jagung
Yen mendhung tak silihi caping gunung
Sokur bisa nyawang, nggunung desa dadi reja
Dene ora ilang nggone padha lara lapa

Jumat, 25 Maret 2016

Cara Memutihkan Wajah Dengan Jeruk Nipis dan Putih Telur


Cara Memutihkan Wajah Dengan Jeruk Nipis dan Putih Telur


Selain berkhasiat untuk mencerahkan wajah, cara memutihkan wajah dengan jeruk nipis ini juga bermanfaat untuk membuat kulit kita tetap kencang dan awet muda, meluruhkan kotoran yang menyumbat pori-pori, dan mengurangi jerawat juga komedo. Ini dikarenakan kandungan antibakteri yang ada pada ekstrak jeruk nipis. Berikut adalah resep untuk membuat masker jeruk nipis:
*      Siapkan beberapa butir jeruk nipis segar; cuci bersih lalu belah menjadi dua bagian.
*      Oleskan bagian tersebut pada seluruh kulit wajah yang telah dibersihkan
*      Diamkan selama 30 menit agar nutrisi pada sari jeruk nipis terserap sempurna pada kulit wajah Anda
*      Setelah setengah jam bilas wajah dengan air bersih dan keringkan dengan handuk lembut.
*      Lakukan perawatan ini dua atau tiga kali seminggu untuk mendapatkan efek sebagaimana 
y    yang Anda idamkan.  
    
     Masker Putih Telur
Selain jeruk nipis, Anda juga dapat mencoba cara memutihkan wajah dengan putih telur yang sebenarnya merupakan perawatan tradisional yang telah sejak dahulu digunakan oleh nenek moyang kita. Untuk merawat wajah sebaiknya telur yang Anda gunakan adalah telur ayam kampung karena lebih alami. Khasiat masker putih telur antara lain, mencerahkan kulit, mengurangi minyak berlebih pada wajah, menghilangkan komedo dan flek hitam pada kulit. Cara membuat masker ini pun sangat mudah.
Pisahkan putih telur ayam kampung dari kuningnya kemudian kocok hingga berbusa
Bila kulit Anda normal Anda bisa menambahkan madu, sementara untuk kulit kering tambahkan alpukat yang telah dilumatkan, dan untuk kulit berminyak, bahan tambahan yang dianjurkan adalah sari buah lemon
Aduk ramuan hingga merata kemudian oleskan pada wajah dan leher
Diamkan selama 30 menit lalu bilas wajah hingga sisa masker bersih sempurna. Jangan lupa untuk membersihkan wajah terlebih dahulu sebelum melakukan perawatan.

Masker Jeruk Nipis dan Putih Telur
Yang terakhir adalah rekomendasi perawatan wajah yang merupakan kombinasi dari jeruk nipis dan putih telur ayam kampung. Cara memutihkan wajah dengan jeruk nipis dan putih telur ini sangat mudah, yaitu hanya mengolahnya menjadi masker. Bahan-bahan yang harus Anda siapkan adalah :
satu butir telur dan satu buah jeruk nipis segar. Berikut adalah caranya:
v  Pisahkan putih telur ayam kampung kemudian kocok hingga berbusa, sementara jeruk nipis diperas hingga mendapatkan sarinya.
v  Campur kedua bahan hingga merata lalu oleskan pada wajah dan leher yang telah dibersihkan.
v  Diamkan hingga masker mengering lalu bilas sampai bersih.


Kulit putih maksimal yang dapat Anda peroleh adalah setingkat dengan warna kulit yang jarang terpapar sinar matahari seperti pada bagian dada, perut, atau leher. Untuk mendapatkan hasil sebagaimana yang Anda kehendaki dalam menerapkan cara memutihkan wajah secara alami sebagaimana yang telah diulas di atas harus dilakukan secara konsisten karena perawatan ini tidak menjanjikan hasil yang instan. Namun, jangan berharap untuk memiliki kulit putih sebagaimana wanita di Eropa karena hal itu berhubungan dengan faktor genetik. Nah, selamat mencoba!

Senin, 07 Maret 2016

PETUNJUK PRAKTIKUM BIOLOGI


LEMBAR KERJA SISWA
MEMPELAJARI PERSILANGAN MONOHIBRID
DOMINAN DAN INTERMEDIATE

Nama Kelompok        : .........................................................................................
Nama Siswa               : .........................................................................................
Kelas                          : .........................................................................................


Tujuan
1.        Memahami sifat dominan dan resesif
2.    Membuktikan Hukum Mendel I (Hukum Segregasi) atau pemisahan secara bebas

Pengantar
Gen adalah faktor pembawa sifat yang membawa informasi dari orang tua kepada keturunannya. Salah satu gen yang akan dibahas dalam kegiatan ini adalah gen pembawa sifat tekstur rambut pada manusia yaitu : gen lurus dan gen keriting. Diantara kedua gen ini ada yang bersifat dominan (mengalahkan), dan ada yang bersifat resesif (dikalahkan).
Alat dan Bahan
1. Foto keluarga
2. Kancing genetika warna merah dan putih masing-masing 12 buah (6 pasang)
3. Stoples / Gelas 2 buah sebagai wadah.

Langkah kerja Kegiatan I
1.    Amatilah foto keluargamu!. Amati tekstur rambut pada masing-masing anggota keluarga, lalu isi kolom bagan perkawinan di bawah ini dengan lambang genotif: “A” untuk lurus dan “a” untuk keriting.
No.
Obyek / Subyek yang diamati
Jenis Rambut
Lurus
Ikal
Keriting
1.
Kakek



2.
Nenek



3.
Kakek



4.
Nenek



5.
Bapak



6.
Ibu



7.
Saya



8.
Kakak



9.
Adik




1.  Amati bagan perkawinan yang telah kamu isi tersebut, lalu bandingkan dengan bagan  
   kelompok lain!
2. Jawablah pertanyaan di bawah ini!
  a. Jika keriting menikah dengan keriting, apakah dapat menghasilkan anak dengan rambut
      lurus?
b. Jika lurus menikah dengan lurus, apakah dapat menghasilkan anak dengan rambut       keriting?
  1. Jika lurus menikah dengan keriting atau sebaliknya, bagaimana hasilnya?
4. Berdasarkan kegiatan ini buatlah kesimpulan mengenai sifat rambut pada manusia!
     (yang mana dominan dan yang mana resesif)

Langkah Kerja Kegiatan II
1. Siapkan 12 buah kancing genetika warna merah (dilambangkan dengan “M”), kemudian
  letakkan pada kotak A.
2. Siapkan 12 buah kancing genetika warna putih (dilambangkan dengan “m”), kemudian
  letakkan pada kotak B.
3. Ambil satu kancing dari kotak A dan satu kancing dari kotak B, kemudian pasangkan.
  Lakukan hal ini pada kancing lainnya secara berulang sampai seluruh kancing  berpasangan.
4. Apakah sekarang seluruh kancing sudah berpasangan merah-putih?
5. Masukan 6 pasang kancing merah-putih itu pada kotak A, dan 6 pasang yang lain pada
  kotak B.
6. Lepaslah semua kancing dari pasangannya
7. Setelah semua kancing terlepas, ambilah satu kancing dari kotak A dan satu kancing dari
  kotakB. Lakukan pengambilan ini secara berulang tanpa melihat isi kotak A dan B. Catat
  hasilnya pada tabel berikut ini!

Pengambilan ke-
Warna Kancing yang Terambil
Lambang Genotipe
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Jika ‘M’ bersifat dominan yang menentukan sifat fenotipe ‘rambut lurus’ , sedangkan  ‘m’ bersifat resesif yang menentukan sifat fenotipe ‘rambut keriting’, Buatlah bagan perkawinannya!

P1                    :     …….       X    ………..
Apa yang dapat kamu simpulkan dari kegiatan ini?
Gamet P1     :                    X

F1                    :  ………….  X  ……………
P2                    :   ………..    X  ……………..
Gamet P2     :  ………….  X  ……………
F2               :  …………… X  ……………