SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI, SUGENG RAWUH, SUGENG LENGGAH SINAMBI NYIMAK

Sabtu, 04 Juni 2016

TINGKAH LAKU YANG TERPUJI (AL-AKHLAQUL KARIMAH) edisi ROMADHON




A.  Pengertian Akhlaqul Karimah.
      Akhlakul karimah merupakan manivestasi keimanan dan keislaman paripurna  Muslim. Akhlakul karimah dalam pengertian luasnya ialah perilaku, perangai, ataupun adab yang didasarkan pada nilai-nilai wahyu sebagaimana dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW. Akhlakul karimah terbukti efektif dalam menuntaskan suatu permasalahan serumit apa pun.

B.  Kiat Menggapai Akhlaqul Karimah
     Sesungguhnya kemuliaan akhlak itu terwujud dengan memberikan apa yang dipunyai kepada orang lain, menahan diri sehingga tidak menyakiti, dan menghadapi gangguan atau tekanan dengan penuh kesabaran. Hal itu akan bisa digapai dengan membersihkan jiwa dari sifat-sifat rendah lagi tercela dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji. Simpul kemuliaan akhlak itu adalah: kamu tetap menyambung hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, memberikan kebaikan kepada orang yang tidak mau berbuat baik kepadamu, dan memaafkan kesalahan orang lain yang menzalimi dirimu.
      Ajarkan kepada orang lain dalam setiap kesempatan mengenai akhlakul karimah tersebut. Secara sistemtik dan sungguh-sungguh menerapkan/melaksanakan hal-hal yang dipahami tersebut dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana pada lingkungan yang paling dekat bersifat privat, serta segerakan mulai dari saat ini.

C.  Akhlak-Akhlak Terpuji
     1.   Orang yang baik adalah orang yang baik akhlaknya
          Kriteria Orang Baik
          Adapun sebagian tanda orang yang memiliki akhlak yang baik, antara lain;
          a. Berbicara dengan kata-kata yang baik, baik kepada Orang tua/keluarga ataupun tetangganya. Melindungi dan menghormati orang tua, senang melakukan silaturrahmi, dan senang membantu orang lain terutama orang tuanya.
           b. Tidak menyakiti tetangga, tidak mengambil hak orang lain, tidak meneyebarkan aib orang lain, mampu memelihara amanat (rahasia) yang meneyebakan orang lain atau dirinya malu.
           c. Selalu membina tali persaudaraan, senang tolong menolong (gotong royong), selalu waspada terhadap sesuatu yang merugikan orang lain dan dirinya, berlaku adil dan bijaksana terhadap hukum dan kesenangan, serta berlomba-lomba dalam melakukan perbuatan baik.
          d. Memberikan dan mengucapkan salam dengan hormat, dan tidak berbicara yang bukan mengenai dirinya dengan berlebihan, tidak berbicara tentang masalah kepada orang lain pada saat yang tidak tepat, selalu memaafkan kesalahan orang lain, dan menjauhkan diri dari perkataan (omong) kosong.

2.    Orang yang paling berhak untuk dihormati
•      عن أبي هريرة رضي اللهُ عَنْهُ: جَاءَ  رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فقال يا رسولَ اللهِ: مَنْ أَحَقُّ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قالَ: أُمَكَ، قالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قالَ: أُمُّكَ، قالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قالَ: أُمُّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أَبُوْكَ. (رواه البخاري ومسلم)
        Artinya: Abu Hurairah berkata: “seseorang datang kepada Rasulullah Saw. dan berkata: Ya Rasulullah, siapakah yang paling berhak aku layani (dampingi)? Nabi menjawab: “ibumu”. Orang itu lalu bertanya: “Lalu siapa”. Jawab Nabi: “Ibumu!”. Lalu siapa, tanya orang itu. Jawab Nabi: “Ibumu!”. Kemudian siapakah? Jawab Nabi: “Ayahmu!” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
        Ibu adalah orang yang telah mengandung dan melahirkan kita serta memelihara dan mengasuh kita dengan segala kasih sayang tanpa memikirkan untung dan rugi. Sepantasnya beliau haruskita hormati dengan penuh khidmat. Begitu pentingnya seorang ibu, sehingga sampai tiga kali Rasulullah menekankan bahwa ibu lebih berhak menerima penghormatan dari ank-anaknya. Ini bukan berarti ayah dan oreang tua serta saudara-saudara yang lain tidak berhak dihormati, namun yang lebih dahulu adalah ibu, baru ayah dan yang lebihh dekat dari itu, baru yang lain. Juga begitu penting seorang ibu, sehingga Rasulullah saw. pernah menegaskan bahwa: Syurga itu ada dibawah telapak kaki para ibu. Kita wajib menghormati dan mencintai serta menyayangi ibu jjuga ayah kita, sebab keridhaan Allah terletak pada keridhaan kedua orang tua kita, sedangkan murka Allah pun terletak pada keduanya, khusus nya ibu , sebab doa ibu sangat maqbul, sekalipun doa itu merupakan kutukan. Kita ingat beberapa kisah yang pernah terjadi akibat durhaka pada ibu, seperti kisah Juraij dan sebagainya.

3.    Kejujuran membawa kepada kebajikan
 عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رضيَ اللهُ عنه، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إلَى البِرِّ، وَإنَّ البِرَّ يَهْدِي إلى الجَنَّة، وَإنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُوْنَ صِدِّيْقًا، وَإنَّ الكَذِبَ يَهْدِي إلى الفُجُوْرَ، وَإِنَّ الفُجُوْرَ يَهْدِي إلى النارِ، وإنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبَ حَتَّى يَكْتُبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا (رواه البخاري ومسلم)
  Artinya: “Abdulah ibn Mas’ud ra. Berkata: Nabi Saw. Bersabda: “Sesungguhnya benar/kejujuran itu membawa kebaikan, dan kebaikan itu mengantarkan  ke surga, dan seorang yang berlaku benar sehingga tercatat di sisi Allah sebagai seorang yang sangat jujur. Sebaliknya, dusta membawa kepada kecurangan/perbuatan lacur, sedangkan kecurangan itu mengantarkan ke neraka. Dan seorang itu berdusta sehingga tercatat di sisi Allah sebagai pendusta (HR. al-Bukhari dan Muslim).
      Lawan dari kejujuran adalah dusta yang Allah telah melarang kita darinya. Rasulullah  juga telah melarang kita darinya. Sungguh dalam hadits ini Nabi telah menjelaskan kepada kita bahwa kedustaan akan menjerumuskan pelakunya kedalam maksiat yang akan memasukan pelakunya kedalam neraka. Sedangkan orang-orang yang terbiasa melakukan perbuatan dusta, maka dia akan digolongkan sebagai orang-orang pendusta dan termasuk yang berhak mendapat siksa dari Allah. Perbuatan dusta akan menjadikan pelakunya dibenci oleh Allah dan dibenci oleh makhluk-Nya. Maka hendaklah kita berperilaku jujur dengan menjauhi perbuatan dusta agar mendapat ridha dari Allah dan dimasukkan ke dalam surga.
      Faedah Yang Bisa Diambil dari Hadits:
      1.  Kejujuran termasuk akhlak terpuji yang dianjurkan oleh Islam.
      2.  Diantara petunjuk Islam hendaknya perkataan orang sesuai dengan isi hatinya.
      3.  Jujur merupakan sebaik-baik sarana keselamatan di dunia dan akhirat.
      4.  Seorang mukmin yang bersifat jujur dicintai di sisi Allah Ta’ala dan di sisi manusia.
      5.  Membimbing rekan lain bahwa jujur itu jalan keselamatan di dunia dan akhirat.
    6.  Menjawab secara jujur ketika ditanya pengajar tentang penyebab kurangnya melaksanakan kewajiban.
      7.  Dusta merupakan sifat buruk yang dilarang Islam.
      8.  Wajib menasihati orang yang mempunyai sifat dusta.
      9.   Dusta merupakan jalan yang menyampaikan ke neraka.

4.    Berbuat baik dengan tetangga
•      عن أبي شُرَيْحٍ العَدْوِي قالَ: سَمِعَتْ أذناي وأبصرتْ  عَيْنَايَ حِيْنَ تَكَلَّمَ النَّبي صلى الله عليه وسلم، فقالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنث بِاللهِ واليومِ الآخرِ فَلْيُكْرِمُ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللهِ واليومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ جَائِزَتَهُ“، قالَ وَمَا جَائِزَتُهُ يا رسولَ اللهِ؟ قال: يومٌ وليلةٌ، والضِّيافةُ ثلاثةُ أيَّامٍ، فَمَا كَانَ وَرَاءَ ذلك فَهُوَ صَدَقَةٌ عَليْه، ومَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللهِ واليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ“ (رواه البخاري ومسلم)
     Abu Syuraih al-Adawi ra. berkata: telah mendengar kedua telingaku, juga telah melihat kedua mataku ketika Nabi Saw. Bersabda: ”Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah menghormati tetangganya. Dan siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka harus menghormati tamu jaizahnya. Sahabat bertanya: apa jaizahnya itu ya Rasul? Nabi menjawab: “Jaizahnya itu ialah hidangan jamuan pada hari pertama (sehari semalam). Dan hidangan untuk tamu itu tiga hari, yang selebihnya itu dianggap sebagai shadaqah.  Dan siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir , maka harus berkata baik atau diam (al-Bukhari dan Muslim)
      Dalam kehidupan sosial, tetangga merupakan orang yang yang secara fisik paling dekat jaraknya dengan tempat tinggal kita. Dalam tatanan hidup bermasyarakat, tetangga merupakan lingkaran kedua setelah rumah tangga, sehingga corak sosial suatu lingkungan masyarakat sangat diwarnai oleh kehidupan pertetanggaan. Pada masyarakat pedesaan, hubungan antar tetangga sangat kuat hingga melahirkan norma sosial. Demikian juga pada lapisan masyarakat menengah kebawah dari masyarakat perkotaan, hubungan pertetanggaan masih sekuat masyarakat pedesaan. Hanya pada lapisan menengah keatas, hubungan pertetanggaan agak longgar karena pada umumnya mereka sangat individualistik.


Tradisi ke Islaman memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pembentukan norma-norma sosial hidup bertetangga. Adanya lembaga salat berjamaah di masjid atau mushalla, baik harian lima waktu, mingguan Jum''atan maupun tahunan Idul Fitri dan Idul Adha cukup efektip dalam membentuk jaringan pertetanggan. Demikian juga tradisi sosial keagamaan, seperti tahlilan, ratiban, akikah, syukuran, lebaran dan sebagainya sangat efektip dalam mempertemukan antar tetangga.
 
Selanjutnya akhlak bertetangga diajarkan sebagai berikut:
(a) Melindungi rasa aman tetangga. Kata Nabi, ciri karakteristik
      seorang muslim adalah, orang lain (tetangga) terbebas dari
      gangguannya, baik gangguan dari kata-kata maupun dari perbuatan fisik.
(b) Menempatkan tetangga (yang miskin) dalam skala prioritas
      pembagian zakat.
     (c) Memberi salam jika berjumpa.
     (d) Menghadiri undangannya.
     (e) Menjenguk tetanggga yang sakit.
     (f) Melayat atau mengantar jenazah tetangga yang meninggal dunia.
     (g) berempati kepada tetangga


D.     Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Seseorang Dalam Berakhlak
1.   Genetik / turunan
           Akhlak: jati diri/karakter yang menyertai manusia di manapun ia berada, oleh karenanya keteladanan orang tua (rumah tangga) sangatlah mempengaruhi terhadap perkembangan akhlak anak-anaknya. Di sadari atau tidak bahwa apa yang dilakukan oleh orang tua (ayah, ibu, dan lainnya) telah menuntun kepada sikap dan perilaku anak-anaknya. Dan ketahuilah bahwa proses pendidikan lebih banyak dinikmati oleh anak melalui mata, yakni mencapai 83%, dan hanya 11% melalui telinga atau nasehat, sedangkan 6% lainnya melalui keterampilan. Dengan demikian orang sering mengatakan buah tidak akan jauh jatuh dari pohonnya.
       2.  Sisi psikologis : Al-nafsiyah / kejiwaan
            Secara psikologis bahwa yang turut mempengaruhi pembentkan akhlak adalah berasal dari dalam diri anak itu sendiri. Hal ini terbentuk oleh faktor pengalaman dan kesadaran anak dalam kehidupan rumah tangga. Semakin baik kebiasaan rmah tangganya dalam pergaulan keseharian, maka semakin baik pula akhlak anak-anaknya, sebaliknya semakin rusak akhlak dalam rumah tangganya, maka semakin banyak kecenderungan memiliki akhlak yang buruk pula.
        3.  Faktor social / lingkungan : Syariah Ijmaiyah
             Faktor lingkungan tidak kalah pentingnya dalam pembentukan akhlak, semakin baik lingkungan hidup anak, maka semakin baik pula kemungkinan akhlaknya. Pepatah klasik mengatakan “bahwa dekat pandai besi maka akan kepercikan apinya, dan dekat orang menjual minyak wangi maka akan keciupan baunya.
        4.   Nilai Islami yang tertanam dalam dirinya
              Gaya hidup seorang manusia / muslim yang dilandaskan dengan al-qur’an dan as-sunnah, akan terbentuk akhlak yang islami. Karena hal yang demikian itu akan menunjukkan apa yang baik di mata Allah dan rasulnya, Baik dimata Allah adalah; Takwa dan sabar kepada Allah - mengabdi, selalu tunduk dan patuh kepada perintah-Nya, Berserah diri dan tawakkal kepada Allah, pandai bersyukur, Ikhlas dalam semua peristiwa yang terjadi dalam dirinya, serta khouf / takut dan Radja atau penuh harap.

Senin, 30 Mei 2016

SMP 4 Membangun Generasi Muda yang Cerdas, Kreatif, dan Berakhlak


SMP 4 Membangun Generasi Muda yang Cerdas, Kreatif, dan Berakhlak

Sebuah negara akan menjadi besar apabila didukung oleh para pemuda yang sadar bahwa pendidikan itu penting bagi mereka. Kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada generasi penerus bangsa yang tidak lain adalah para pemuda. Suatu bangsa yang besar harus mampu bersaing dengan bangsa lain dalam hal apa pun. Namun, bagaimanakah kondisi Bangsa Indonesia saat ini? Masih banyak anak-anak bangsa yang tidak mampu mengenyam pendidikan karena kemiskinan yang tengah melanda negeri ini. Padahal, pendidikan merupakan kunci utama untuk memajukan bangsa ini, belum lagi kasus narkoba yang kian merebak di kalangan generasi bangsa yang seolah tidak kunjung menemukan titik temu. Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk membangun bangsa ini? Menjadi generasi unggul yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia melalui pendidikan adalah satu jawaban tepat bagi kita untuk membangun bangsa yang tengah dirundung banyak masalah ini.

Pembangunan Nasional merupakan upaya berkelanjutan untuk memajukan kehidupan bangsa. Modal utamanya adalah generasi bangsa yang cerdas dan kreatif yang memiliki kepekaan pikiran, daya imajinasi yang tinggi, rasa keingintahuan, serta kemampuan untuk menemukan atau menciptakan hal-hal baru. Di tangan para pemuda lah cita-cita bangsa yang semakin tua ini akan diwujudkan. Kejayaan bangsa secara otomatis akan terwujud dengan adanya dukungan dari para pemuda yang unggul. Begitu pula sebaliknya, bangsa ini akan hancur apabila generasi mudanya rusak dan tidak pernah memedulikan masa depan mereka.

Upaya bangsa ini untuk mencetak generasi penerus yang berkualitas, cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia tentu tidak lepas dari berbagai hambatan. Hambatan tersebut di antaranya adalah masuknya budaya asing ke Indonesia yang sebagian besar cenderung menjurus pada hal-hal yang negatif. Akibatnya, generasi muda semakin meninggalkan akar budaya luhur bangsanya dan cenderung mengikuti budaya negatif, seperti pergaulan bebas, sikap hidup boros dan glamour, serta penyalahgunaan narkoba.
Budaya tersebut jelas sangat memengaruhi mental generasi muda,  Mereka menjadi malas belajar, suka keluyuran pada malam hari bahkan mabuk tidak sadarkan diri. Mereka yang seharusnya menjadi generasi penerus cita-cita bangsa hanya akan memperburuk citra negara. Akibatnya, negara ini akan kekurangan sumber daya manusia yang berkualitas. Tidak aneh kalau tingkat pengangguran dan kemiskinan di Indonesia semakin meningkat. Belum lagi masalah-masalah sosial lain yang menambah keruhnya suasana. Lantas, bagaimana nasib bangsa ini kalau para generasinya rusak seperti itu? Dapat dipastikan negara ini akan terpuruk jika permasalahan semacam itu dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, pelaksana pendidikan dituntut untuk bekerja lebih optimal.

Melihat kenyataan ini, SMP 4 bertekat untuk mendidik generasi bangsa agar terbentuk manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia.
Di samping pendidikan, faktor lain yang juga berperan dalam membentuk generasi bangsa yang berkualitas  adalah rasa iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rasa keimanan dan ketakwaan akan membentengi seseorang dari perbuatan-perbuatan tercela. Sebuah pepatah yang berbunyi ‘ilmu tanpa agama adalah buta’ rasanya memang benar adanya. Setinggi apa pun ilmu yang didapatkan tanpa diikuti kepatuhan terhadap perintah agama pasti akan binasa.. Oleh karana itu, generasi muda hendaknya mempunyai rasa iman dan takwa, di samping juga cerdas dan kreatif.

Untuk itu maka SMP 4 Kepil bertekad akan mewujudkan generasi Muda yang berakhlaq mulia melalui kegiatan keagamaan, seperti majelis taklim dan peringatan hari besar agama  di sekolah yang Insyaallah  merupakan solusi  dalam rangka menanamkan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan. Dengan demikian, terbentuklah generasi penerus pilihan yang cerdas, kreatif, berakhlak mulia, dan mengedepankan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan.
                                                                                                                                               
Marilah mulai saat ini, Kita wujudkan tekat kita untuk membentuk generasi  penerus  menjadi generasi muda yang unggul, kreatif, dan berakhlak mulia dengan usaha keras dan kegigihan serta diimbangi dengan kepatuhan terhadap ajaran agama. Berdasarkan penelitian, kebanyakan manusia hanya memanfaatkan kurang dari 10 persen dari kemampuan otaknya. Jika demikian, mengapa masih ada orang yang menganggap bahwa dirinya bodoh? Bukankah jika kita memaksimalkan kerja otak, kita akan melampaui kebanyakan orang? Ingat kata pepatah, tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina. Oleh karena itu, teruslah berusaha wahai generasi muda demi kemajuan bangsa ini dan janganlah pernah berputus asa .

Jumat, 27 Mei 2016

PELEPASAN SISWA SISWI SMP N 4 KEPIL


PELEPASAN SISWA SISWI KELAS IX.

Perjalanan panjang selama 3 tahun di SMP N 4 Kepil,  kini sudah sampai pada detik-detik terakhir. Siswa kelas 9 tahun pelajaran 2015/2016 pada hari Kamis, 25 Mei  2016 menjadi hari yang sangat ditunggu-tunggu. Hari ini adalah hari pelepasan siswa kelas 9 walaupun  hasil Ujian Nasional belum diumumkan. Semoga Allah membahagiakan anak-anak.

Acara pelepasan yang dilaksanakan di Halaman Tengah SMP N 4 Kepil berlangsung sangat hikmad dan meriah, walaupun sebelumnya sangat membuat panik dan stress, terutama bagi orang yang berada di balik layar/ di bawah Panggung. Bagaimana tidak???...... karena Panggung dan sound system datangnya sangat terlambat,…. Tetapi alhamdulillah semua bisa diatasi berkat kerja sama yang harmonis dan didasari rasa persatuan dan iklas demi kebahagiaan bersama.
 Acara dimulai dengan pra acara yaitu: penampilan Band siswa untuk menyambut kedatangan tamu orang tua/wali murid. Tampil pada kesempatan tersebut yaitu band siswa kelas 9. Setelah menampilkan band kemudian disusul dengan para siswa kelas 9 memasuki arena Wisuda, dilanjutkan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya.
Setelah Pembacaan ayat suci Alqur’an, Group Paduan Suara SMP 4 naik ke panggung, dengan gagahnya mereka melantunkan Mars SMP N 4 Kepil, dengan suara yang lantang, namun merdu. Alhamdulillah anak2 bangga dengan sekolahnya.
Acara demi acara berlangsung dengan lancar sampai pada pemberian hadiah untuk para sang juara Lomba antara lain : Juara 1 kab Pencak Silat, Juara Harapan 1 Cipta Lagu, dan Juara 1 Tingkat Propinsi Jawa Tengah untuk Lempar lembing putri.

Sesuai dengan amanat dari Dinas Pendidikan bahwa untuk pengumuman hasil UN dilaksanakan pada  Tanggal 11 Juni 2016 pukul 14.00. Sehingga acara pelepasan telah  dilaksanakan, belum diumumkan hasil UN. 

Selamat dan sukses untuk seluruh siswa kelas 9 yang telah berjuang meniti masa depan menuju cita-cita. Semoga Allah SWT memudahkan langkah kalian dalam menggapai mimpi-mimpi mulia itu.


Berikut ini adalah cuplikan kemeriahan itu :


Inilah Group Paduan Suara yang heboh menyanyikan Lagu kebanggaan SMP N 4 Kepil





Tari ndolalak..... yang menjadi Icon SMP N 4 Kepil


 Inilah bagian dari kebahagiaan itu


Maaf.... yang lain belum sempat mengunggah... sabar yak?


Kamis, 19 Mei 2016

SMP 4 MEWUJUDKAN SEKOLAH HARAPAN DAN KESAYANGAN MASYARAKAT


Pada masa sekarang ini pelaku pendidikan dituntut untuk tahu banyak (knowing much), berbuat banyak (doing much), mencapai keunggulan (being exellence), menjalin hubungan dan kerja sama dengan orang lain (being sociable), serta berusaha memegang teguh nilai-nilai moral (being morally). Manusia “unggul, bermoral, dan pekerja keras” inilah yang menjadi tuntunan dari masyarakat global.

Syarat Sekolah  harapan dan kesayangan
Ada beberapa faktor yang harus dicapai agar suatu sekolah bisa dikategorikan sekolah yang diharapkan dan diminati Masyarakat: 
1. Kepemimpinan Kepala Sekolah yang Profesional. Kepala Sekolah seharusnya  
     memiliki kemampuan pemahaman dan pemahaman yang menonjol. Dari beberapa
     penelitian, tidak didapati sekolah yang maju namun dengan kepala sekolah yang
     bermutu rendah.
2.  Guru-guru yang tangguh dan profesional
    Guru merupakan ujung tombak kegiatan sekolah karena berhadapan langsung dengan
      siswa.  Guru yang profesional mampu mewujudkan harapan-harapan orang tua dan
      kepala sekolah dalam kegiatan sehari-hari di dalam kelas.
3. Memiliki tujuan pencapaian filosofis yang jelas
    Tujuan filosofis diwujudkan dalam bentuk Visi dan Misi seluruh kegiatan sekolah.
    Tidak hanya itu, visi dan misi dapat di cerna dan dilaksanakan secara bersama oleh
     setiap elemen sekolah.
4. Lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran
     Lingkungan yang kondusif bukanlah hanya ruang kelas dengan berbagai fasilitas
     mewah, lingkungan tersebut bisa berada di tengah sawah, di bawah pohon atau di 
    tempat yang ndeso sekali seperti Sekolah kami,  Yang jelas lingkungan yang kondusif
     adalah yang lingkungan yang dapat memberikan dimensi pemahaman secara
     menyeluruh bagi siswa
5. Jaringan organisasi yang baik
     Jelas, organisasi yang baik dan solid baik itu organisasi guru, orang tua akan
     menambah wawasan dan kemampuan tiap anggotanya untuk belajar dan terus
     berkembang. Serta perlu pula dialog antar organisasi tersebut, misalnya forum
     Orang Tua Murid dengan forum guru dalam menjelaskan harapan dari guru dan
     kenyataan yang dialami guru di kelas.
6. Kurikulum yang jelas
     Permasalahan di Indonesia adalah kurikulum yang selalu berganti-ganti yang seolah-
     olah selalu coba-coba,…. Hal inilah yang membingungkan siswa dan orang tua.
7. Evaluasi belajar yang baik berdasarkan acuan patokan untuk mengetahui apakah
   tujuan pembelajaran dari kurikulum sudah tercapai
    Bila kurikulum sudah tertata rapi dan jelas, akan dapat teridentivikasi dan dapat
   terukur targer pencapaian pembelajaran sehingga evaluasi belajar yang diadakan
    mampu mempetakan kemampuan siswa.
8. Partisipasi orang tua murid yang aktif dalam kegiatan sekolah.
     Di sekolah unggulan dimanapun, selalu melibatkan orang tua dalam kegiatannya.
     Kontribusi yang paling minimal sekali adalah memberikan pengawasan secara sukarela
     kepada siswa pada saat istirahat. Pada proses yang intensif, orang tua dilibatkan
     dalam proses penyusunan kurikulum sekolah sehingga orang tua memiliki tanggung-
     jawab yang sama di rumah dalam mendidik anak sesuai pada tujuan yang telah
     dirumuskan. Sehingga terjalin sinkronisasi antara pola pendidikan di sekolah dengan
      pola pendidikan di rumah.

Langkah strategis

Langkah strategis untuk melakukan pengembangan sekolah unggulan memerlukan upaya sebagai berikut:

1.    Membangun Mindset Secara Kolektif

Dalam mengembangkan mutu sekolah unggulan membutuhkan pandangan, cita-cita, imajinasi, nilai-nilai keyakinan yang kuat dan kolektif. Mindset yang perlu dibangun pada sekolah unggulan adalah menanamkan keyakinan dan tekad bersama kepada seluruh warga sekolah. Mereka digerakkan untuk memperjuangkan keunggulan institusi, dengan cara mengimplementasikan visi, misi, tradisi, orientasi dan mimpi-mimpinya ke depan selalu disosialisasikan oleh pimpinan di semua tingkatan melalui berbagai bentuk publikasi, baik secara lisan, tulisan dan bahkan media lainnya secara terus menerus ke seluruh warga sekolah.
Inspirasi dan semangat inilah yang harus dibangun dan dikembangkan untuk meningkatkan mutu akademik dan institusinya.

2.    Menciptakan Inovasi secara Terus Menerus

Keunggulan sekolah sesungguhnya terletak pada inovasinya. Inovasi merupakan usaha dan kerja nyata untuk mencari dan membuat hal baru demi meraih kemajuan dan keunggulan bagi lembaga pendidikan itu sendiri. Inovasi harus didasarkan pada kebutuhan idealita dan realita agar sekolah itu terus maju dan berkembang.

Bentuk inovasi itu misalnya, perbaikan atau penambahan sarana fisik, akademik, tenaga guru dan karyawan, perekrutan siswa dan seluruh aspek yang ada. Inovasi lainnya misalnya menciptakan kultur sekolah yang Njawani, mentradisikan upaya ketaqwaan kepada Allah SWT, menggerakkan pusat seni dan olah raga, dan seterusnya. Modal seperti inilah yang harus dituangkan dalam visi dan orientasi sekolah yang menarik.

Melalui usaha demikian dimaksudkan agar sekolah yang menarik hati dapat menawarkan sesuatu yang baru, yang khas dan memiliki keunikan yang diperhitungkan oleh banyak orang. Tugas ini membutuhkan seorang pemimpin yang imajinatif dan didukung oleh warga sekolah yang dedikatif dan istiqamah. Tanpa modal itu inovasi sulit diwujudkan dalam kerangka operesional di lapangan.

3.    Memanfaatkan Teknologi Informasi
Menurut hemat penulis, untuk memajukan sekolah yang merata dan berkualitas membutuhkan energi pikiran, tenaga dan usaha yang tiada henti. Sekolah unggulan saatnya mengembangkan pembelajaran berbasis digital, selain yang sudah ada, guna mengefektifkan program dan kegiatan pendidikan yang lebih maksimal.

Pendidikan sekolah unggulan jangan sampai tertinggal di bidang teknologi informasinya. Dengan pemanfaat IT tersebut para siswa dapat belajar lebih intensif, disamping melalui sistem reguler dan kurikuler. IT dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang mudah dan berjangkauan luas, tanpa hambatan waktu dan tempat.

Jika sekolah mampu melaksanakan program sekolah unggulan dengan maksimal, maka bisa dipastikan sekolah akan mampu mengimbangi bahkan mengungguli kualitas pendidikan umum yang ada.

Amiin.

Selasa, 17 Mei 2016

SMPKU MEMBANGUN


Gadingrejo Kepil Wonosobo………..
Tulisan ini bermula dari terinspirasinya penulis oleh Maestro SMP N 2 Kepil, yaitu sahabatku Maryanto, S.Kom.
 Dengan hadirnya pimpinan baru di SMP N 4 Kepil,…. Maka sudah pasti lah membawa nuansa baru di sekolah kami. Berangkat dari rakor SMP N 4 Kepil, Pihak SMPN 4 Kepil Kabupaten Wonosobo, melakukan program gebrakan sekolah secara terpadu yang melibatkan seluruh elemen sekolah dalam satu tekad untuk berhasil terobos SMP Negeri 4 Kepil “Beriman “ dan” berseni” (Bersih, Indah dan Nyaman). Sekaligus siswanya berprestasi serta berbudi luhur dan berkarakter yang baik, namun tetap dalam koridor acuan nuansa Islami dan Nyeni dalam bingkai NKRI.
Untuk merealisasi tekad tersebut belum lama ini, pihak sekolah bersama-sama dengan dewan guru melakukan pengembangan pendidikan sesuai hasil musyawarah dan sudah sepakat membuat berbagai program untuk mencapai tujuan dengan tekad realisasi tuntas.
Pencapaian pengembangan dengan tekad agar para pelajar berkualitas, berkarakter dan bermoral baik, berpretasi, berbudaya dan berkualitas, maka para dewan guru memformatkan berbagai hal sekaligus meningkatkan proses belajar mengajar yang enjoi (menyenangkan) dengan berbagai praktek kegiatan ekstrakurikuler.
Ketua Komite SMP Negeri 4 Kepil menyebutkan, secara konstitusi” Saya atas nama pribadi dan selaku Ketua Komite Sekolah mengakui peningkatan sumberdaya manusia (SDM) memang harus terus dipatri melalui pendidikan baik itu formal maupun nonformal. SDM yang handal tentu harus pula disertai keimanan yang mendalam disanubari. Itu sangat penting.
Maka dengan pelaksanaan program “Beriman”dan “Berseni “ yang dilaksanakan SMPN 4 Kepil didukung semua pihak. Kenapa ? ! Karena mereka secara kekerluargaan dan kebersamaan menanamkan hal tersebut sebagai fondasi dasar yang kuat dan kokoh terhadap siswa. Dalam membangun karakter siswa, tambah Bapak Soleh selaku Pembantu Pimpinan bidang Kesiswaan, perlu dilandasi keimanan yang terpatri secara mendalam sebab hal itu sangat mendasar untuk mencapai tujuan sekolah Beriman.
Pak Hadi Rosadi  menyebutkan, dengan acuan agama mereka mempunyai modal yang kuat untuk diandalkan sebagai benteng pertahanan diri dalam kehidupan masyarakat, mengantisipasi maksiat termasuk Narkoba  dan pelecehan seksual yang saat ini sudah menjadi penyakit masyarakat.
Sementara itu Hadi Rosadi,  salah seorang guru di SMPN 4 Kepil, menyebutkan, program sekolah untuk ke depan dengan tekad peserta didiknya terpatri akhlak mulia serta keimanan yang kuat, pihaknya eksis melakukan gebrakan pelaksanaan pembacaan ayat-ayat pendek bagi siswa pada jam pertama masuk proses. Kemudian setiap Jumat semua siswa membaca Yasin dan Al-Quran yang dipandu oleh sejumlah guru agama dan terkadang mengundang Ustaz dari luar sekolah.
“Pokoknya kami berupaya meningkatkan kegiatan-kegiatan di sekolah dengan kreativitas seni peserta didik dengan tujuan untuk menghidupkan dan memberdayakan gaung syiar dan syair Asma Allah,” Juga tak lupa Seni Tari Ndolalak sebagai Ikon SMP N 4 Kepil, akan semakin di galakkan…. Rencananya akan Live , artinya di iringi Alat music langsung yang akan di pelopori oleh dewan Guru bersama anak-anak
Group Drumb Band dan Band SMP 4 yang sudah mau tidur, akan dibangkitkan kembali….. asyiiik pokoknya…. Jozzz gandhozzzz………………….

Sabtu, 02 April 2016

NOTASI LANGGAM CAPING NGGUNUNG He hee...


NOTASI LANGGAM CAPING GUNUNG

 

Slendro Sanga
Bawa pangkur :
Saben bengi nyawang konang  (E, timbang ngrungoke wong padu)
Yen memajang mung karo janur kuning  (E, tak kudange anakku)
Kembang wae weton nggunung (Endek lemu, dhuwur lemu Wong sak omah lemu kabeh)
Panas udan aling-aling caping gunung (Misoa caping gunung, e    la yo mas)
Nadyan  wadon sarta lanang
Inumane banyu  bening

Buka  :     6      2  1  6  5           2  2  3  2           1  1  2 (5)
. . . . . . .            5  i  6  5            3  5  3  2           6  i   6  5
5  5  5  5           1  6  3  5            2  3  2  1          2  6  3  (5)
1  2  1  6           3  2  3  5            1  2  1  6           3  2  3  5
1  2  1  6          3  2  3  5            2  3  5  3           2  1  2  (1)


Cakepan Gerong
Dhek jaman berjuang, njur kelingan anak lanang
Biyen tak openi, ning saiki ana ngendi
Jarene wis menang, keturutan sing digadhang
Biyen nate janji, ning saiki apa lali
Neng nggunung tak cadhongi sega jagung
Yen mendhung tak silihi caping gunung
Sokur bisa nyawang, nggunung desa dadi reja
Dene ora ilang nggone padha lara lapa

Jumat, 25 Maret 2016

Cara Memutihkan Wajah Dengan Jeruk Nipis dan Putih Telur


Cara Memutihkan Wajah Dengan Jeruk Nipis dan Putih Telur


Selain berkhasiat untuk mencerahkan wajah, cara memutihkan wajah dengan jeruk nipis ini juga bermanfaat untuk membuat kulit kita tetap kencang dan awet muda, meluruhkan kotoran yang menyumbat pori-pori, dan mengurangi jerawat juga komedo. Ini dikarenakan kandungan antibakteri yang ada pada ekstrak jeruk nipis. Berikut adalah resep untuk membuat masker jeruk nipis:
*      Siapkan beberapa butir jeruk nipis segar; cuci bersih lalu belah menjadi dua bagian.
*      Oleskan bagian tersebut pada seluruh kulit wajah yang telah dibersihkan
*      Diamkan selama 30 menit agar nutrisi pada sari jeruk nipis terserap sempurna pada kulit wajah Anda
*      Setelah setengah jam bilas wajah dengan air bersih dan keringkan dengan handuk lembut.
*      Lakukan perawatan ini dua atau tiga kali seminggu untuk mendapatkan efek sebagaimana 
y    yang Anda idamkan.  
    
     Masker Putih Telur
Selain jeruk nipis, Anda juga dapat mencoba cara memutihkan wajah dengan putih telur yang sebenarnya merupakan perawatan tradisional yang telah sejak dahulu digunakan oleh nenek moyang kita. Untuk merawat wajah sebaiknya telur yang Anda gunakan adalah telur ayam kampung karena lebih alami. Khasiat masker putih telur antara lain, mencerahkan kulit, mengurangi minyak berlebih pada wajah, menghilangkan komedo dan flek hitam pada kulit. Cara membuat masker ini pun sangat mudah.
Pisahkan putih telur ayam kampung dari kuningnya kemudian kocok hingga berbusa
Bila kulit Anda normal Anda bisa menambahkan madu, sementara untuk kulit kering tambahkan alpukat yang telah dilumatkan, dan untuk kulit berminyak, bahan tambahan yang dianjurkan adalah sari buah lemon
Aduk ramuan hingga merata kemudian oleskan pada wajah dan leher
Diamkan selama 30 menit lalu bilas wajah hingga sisa masker bersih sempurna. Jangan lupa untuk membersihkan wajah terlebih dahulu sebelum melakukan perawatan.

Masker Jeruk Nipis dan Putih Telur
Yang terakhir adalah rekomendasi perawatan wajah yang merupakan kombinasi dari jeruk nipis dan putih telur ayam kampung. Cara memutihkan wajah dengan jeruk nipis dan putih telur ini sangat mudah, yaitu hanya mengolahnya menjadi masker. Bahan-bahan yang harus Anda siapkan adalah :
satu butir telur dan satu buah jeruk nipis segar. Berikut adalah caranya:
v  Pisahkan putih telur ayam kampung kemudian kocok hingga berbusa, sementara jeruk nipis diperas hingga mendapatkan sarinya.
v  Campur kedua bahan hingga merata lalu oleskan pada wajah dan leher yang telah dibersihkan.
v  Diamkan hingga masker mengering lalu bilas sampai bersih.


Kulit putih maksimal yang dapat Anda peroleh adalah setingkat dengan warna kulit yang jarang terpapar sinar matahari seperti pada bagian dada, perut, atau leher. Untuk mendapatkan hasil sebagaimana yang Anda kehendaki dalam menerapkan cara memutihkan wajah secara alami sebagaimana yang telah diulas di atas harus dilakukan secara konsisten karena perawatan ini tidak menjanjikan hasil yang instan. Namun, jangan berharap untuk memiliki kulit putih sebagaimana wanita di Eropa karena hal itu berhubungan dengan faktor genetik. Nah, selamat mencoba!