SELAMAT DATANG DI BLOG KAMI, SUGENG RAWUH, SUGENG LENGGAH SINAMBI NYIMAK

Jumat, 17 Juni 2016

SMP N 4 KEPIL MENUJU SEKOLAH RAMAH ANAK DAN MENYENANGKAN


SMP N 4 KEPIL MENUJU SEKOLAH RAMAH ANAK DAN MENYENANGKAN


Sekolah Ramah Anak
1.    Pengertian
  Ramah dapat dimaknai baik hati dan menarik budi pekertinya atau manis tutur kata dan sikapnya. Jika hal ini dikaitkan dengan lembaga pendidikan, maka Sekolah Ramah Anak dapat dimaknai sebagai sekolah yang menjunjung tinggi hak-hak anak sebagai pribadi yang harus didik dengan perasaan dan budi pekerti yang baik.
     Prinsip dari sekolah ramah anak adalah menjadikan kepentingan dan kebutuhan siswa sebagai pertimbangan utama dalam menetapkan setiap keputusan dan tindakan yang diambil oleh pengelola dan penyelenggara pendidikan.

 Dengan demikian, Sekolah Ramah Anak harus menghor­mati hak siswa ketika mengekspresikan pandangannya dalam segala hal khususnya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya, sehingga siswa merasa nyaman dan menyenangkan dalam proses belajar di sekolah. Selain itu, sekolah ramah anak harus menjamin kesempatan setiap siswa untuk menikmati haknya dalam pendidikan tanpa diskriminasi berdasarkan disabilitas, gender, suku bangsa, agama, jenis kecerdasan, dan latar belakang orang tua.
  Sekolah Ramah Anak juga harus mempertimbangkan situasi sekolah yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin; memenuhi; menghargai hak-hak dan perlindungan siswa dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan tidak wajar lainnya, serta menjamin keikutsertaan siswa dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan siswa dalam menempuh pendidikan.

2.    Standar Sekolah Ramah Anak
    a.    Setiap siswa dapat menikmati haknya dalam pendi­dikan tanpa diskriminasi   berdasar­kan disabilitas, gen­der, suku bangsa, jenis kecerdasan, agama dan latar belakang orang tua.
     b.     Setiap siswa memiliki kebebasan mengekspresikan pandangan­nya tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya.
     c.     Memiliki kurikulum dan metode pembelajaran yang ramah bagi siswa (student centred teaching) dengan mengutamakan nilai-nilai kecintaan, kasih sayang, empatik, simpatik, keteladanan, tanggung jawab, dan rasa hormat pada siswa.
     d.    Memiliki guru dan tenaga kependidikan yang mampu memfasilitasi bakat, minat, dan jenis kecerdasan siswa.
     e.    Memiliki lingkungan dan infrastruktur sekolah yang aman, nyaman, bersahabat, sehat, dan bersih, hijau, dengan konstruksi bangunan yang memenuhi SNI.
     f.    Memiliki program kerja sekolah yang mempertim­bangkan aspek pertumbuhan kepribadian siswa.
     g.     Memiliki program kerja keselamatan siswa sejak dari rumah ke sekolah dan/atau keselamatan di sekolah.
     h.     Setiap warga sekolah memiliki kesadaran tinggi terhadap resiko bencana alam, bencana sosial, kekerasan (bullying) dan ancaman lainnya terhadap siswa.
      i.    Melibatkan partisipasi siswa pada semua aspek kehi­dupan sekolah dan kegiatan sekolah.
      j.    Tersedianya organisasi kesiswaan yang berorintasi pada perkembangan dan karakter siswa.
k.    Terciptanya kerja sama yang harmonis antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
     l.      Menjamin transparansi, akuntabilitas, partisipasi, keterbukaan informasi, dan penegakkan aturan sekolah.

D.  Sekolah Menyenangkan
    1.    Pengertian
            Senang berarti perasaan puas, lega, tidak kecewa ataupun susah. Dengan demikian, sekolah menye­nang­kan dapat diartikan sebagai sekolah yang mampu membuat semua warga sekolah senang, puas, lega akan situasi sekolah. Sekolah menyenangkan tidak hanya tertuju pada upaya bagaimana membuat peserta didik betah ke sekolah, namun juga menyenangkan bagi guru, tenaga kependidikan, bahkan orang tua peserta didik.
             Pada prinsipnya konsep sekolah menyenangkan merupakan perpaduan dari konsep sekolah sehat, amat, dan ramah anak. Mengapa demikian? Karena ketika prinsip-prinsip sekolah sehat, aman, dan ramah anak sudah terpenuhi, maka secara otomatis sekolah tersebut menjadi menyenangkan bagi peserta didik, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan warga sekitar sekolah.

             Dengan begitu, sekolah menyenangkan menjadi tempat terbaik bagi setiap warga sekolah untuk mengeks­presikan bakat, minat, dan prestasi yang dimilikinya, bukan menjadi tempat yang mengasingkan. Mereka pun menjadi bagian dari sekolah itu karena sekolah memberi ruang bagi perkembangan warga sekolah, terutama peserta didik.  sehingga mereka tidak terasing dari sekolah tersebut.

2.   Standar Sekolah Menyenangkan
     a.       Siswa menikmati belajar di sekolah
     b.      Guru menikmati mendidik di sekolah
     c.       Siswa tertantang dengan kegiatan kegiatan di sekolah
     d.      Siswa mengembangkan kompetensi, tidak hanya mendapat nilai tinggi semata
     e.       Siswa mempelajari ketrampilan dan tidak hanya fakta-fakta ketrampilan
   f.    Nilai-nilai moral menjadi fokus dan diteladankan oleh setiap anggota komunitas sekolah
    g.      Cukup atmosfer inklusif dimana semua siswa dihargai berdasar jati diri mereka dan apa yang mereka bisa
    h.    Isu-isu penting bullying dan sebagai aspek sosial dan emosional lain dalam kehidupan sekolah di diskusikan secara terbuka dan positif
     i.      Kemampuan untuk berfikir sendiri didorong dan dikembangkan bagi seluruh siswa
     j.        Sekolah memiliki unsur kesenangan dan keriangan
     k.      Aspek-aspek seperti ingin tahu, kekaguman, keberanian, kegigihan dan ketahanan didorong dan disambut secara aktif
  l.   Guru terbuka terhadap ide-ide baru dan tertarik melakukan berbagai kegiatan bersama
     m.    Sekolah mengikuti perkembangan terbaru dalam dunia pendidikan dan pembelajaran
     n.      Sekolah mengikuti perkembangan terbaru dalam dunia tehnologi pendidikan
  o.    Harapan yang tinggi juga di sematkan kepada para guru dan pengelola sekolah, seperti juga disematkan kepada para siswa.
   p.      Kepala Sekolah “terlihat” dan mudah diajak berinteraksi.
   q.      Siswa disadarkan bahwa mengeluarkan yang terbaik dari diri sendiri tidak harus berarti menjadi lebih baik dari orang lain.
   r.        Sekolah terbuka hal-hal diluar dugaan (yang positif).
  s.       Siswa diajak berfikir tentang, berinteraksi dengan, dan berusaha berkontribusi pada kehidupan di luar dinding sekolah.
 t.   Sekolah sadar bahwa pembelajaran adalah sesuatu yang bisa dilakukan siswa kapanpun, dimanapun dan hanya sebagian yang perlu dilakukan di dinding sekolah.
 u.   Komunitas sekolah terbentang sampai keluar dinding sekolah (melibatkan  masyarakat).
   v.      Proses belajar mengajar di dalam sekolah memasukkan berbagai fariasi kemungkinan dan kesempatan pembelajaran.
  w.    Siswa diberi kesempatan untuk bertanggung jawab terhadab sesuatu dan untuk mengambil keputusan yang berdampak penting.
  x.      Hasil pembelajaran yang didapatkan cukup sebagai bekal siswa untuk melangkah kefase hidup berikutnya.
   y.      Resepsionis, Guru, Petugas Kebersihan dan seluruh staf sekolah tersenyum terhadap orang tua dan pengunjung sekolah.

Senin, 06 Juni 2016

SMP 4 MENGEMBANGKAN SEKOLAH BERKARAKTER


UPAYA MENGEMBANGKAN SEKOLAH BERKARAKTER
Sekolah berkarakter sangatlah penting untuk diterapkan dan dikembangkan pada era seperti sekarang ini. Dalam mengembangkan perserta didik yang berkarakter,sekolah dituntut untuk menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan komunikatif serta suasana lingkungan sekolah yang kondusif. Sehingga dapat terciptanya peserta didik yang berkarakter positif, karena lingkungan sekolah yang negatif bisa sangat berpengaruh dalam perkembangan peserta didik yang akan berdampak buruk terhadap pendidikan. Oleh karena itu, peranan sekolah sangat penting mulai dari tata tertib sekolah,misi visi sekolah dan segala macam ketentuan dari sekolah. Dan kesemuanya itu harus bisa di tanamkan pada setiap peserta didik.
Bagaimana mengembangkan sekolah menjadi berkarakter, hal ini menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi setiap sekolah. Untuk mewujudkan suatu sekolah yang berkarakter memerlukan kerjasama dari berbagai pihak baik pendidik, peserta didik maupun komite sekolah. Sekolah yang selalu bersih, nyaman dan aman untuk peserta didik akan menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif dan mendukung proses pembelajaran yang sedang berjalan. Ini merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan rasa nyaman, sehingga peserta didik tidak merasa bosan dan tidak berusaha untuk keluar dari lingkungan di sekolah. Hal ini juga mengurangi angka membolos pada saat jam pelajaran maupun jam istirahat. Sehingga setiap peraturan yang ada di sekolah dipatuhi oleh semua warga sekolah, bukan hanya peserta didik tetapi juga pendidik dan yang lainnya. Sehingga terlihat bahwa dalam menumbuhkan karakter dan mengembangkan sekolah berkarakter memerlukan kerjasama dari semua pihak. Banyak sisi yang harus diperhatikan, seperti :
·         Lingkungan sekolah yang kondusif
·         Penerapan peraturan sekolah
·         Penerapan nilai-nilai agama, sosial dan budaya
·         Pendidik yang berkarakter dan berkualitas
·         Disiplin, inovatif, kreatif dan berdaya saing
·         Model pembelajaran yang efektif
·         Sarana dan prasarana yang mendukung pembelajaran
·         Kegiatan sekolah yang bersifat mengembangkan potensi

ANALISIS KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SEKOLAH BERKARAKTER
Dari berbagai pernyataan dan pembahasan diatas maka kelebihan dari sekolah berkarakter adalah :
1.     Menciptakan generasi penerus bangsa yang berkarakter
2.    Memperbaiki karakter peserta didik supaya tidak terpengaruh budaya luar
3.    Mewujudkan tujuan pendidikan
4.    Menumbuhkan jiwa-jiwa nasionalisme dan demokratis
5.    Menjadi sekolah unggulan yang mencetak peserta didik unggulan
6.    Mencetak peserta didik berdaya saing tinggi
7.    Menyeimbangkan pendidikan akademik dan pendidikan perilaku atau kepribadian
8.    Melestarikan nilai agama, sosial dan budaya Indonesia
9.    Menumbuhkan sikap cinta tanah air
10. Meningkatkan dan memperbaiki sistem pendidikan di sekolah
Dari berbagai pernyataan dan pembahasan diatas maka kekurangan dari sekolah berkarakter adalah :
1.     Mendapat penolakan dari masyarakat awam karena dianggap menekan peserta didik
2.    Membutuhkan waktu yang tidak sebentar
3.    Memerlukan kerjasama dari semua pihak
4.    Memerlukan kesadaran dan kemauan dari semua warga sekolah
5.    Memerlukan anggaran untuk menunjang pembangunan sekolah berkarakter
6.    Menuntut semua warga sekolah untuk patuh
7.    Menuntut semua warga sekolah untuk mengikuti dan memperbaiki kepribadian masing-masing
8.    Peserta didik merasa diatur dan dibatasi dalam bertindak maupun berperilaku
9.    Menuntut pendidik untuk berkepribadian dan berkualitas
10. Saling berkaitan antara pendidik dan peserta didik serta dengan pihak terkait lainnya, sehingga apabila salah satu ada yang menyimpang maka pembentukan karakter akan terhambat.

Sabtu, 04 Juni 2016

TINGKAH LAKU YANG TERPUJI (AL-AKHLAQUL KARIMAH) edisi ROMADHON




A.  Pengertian Akhlaqul Karimah.
      Akhlakul karimah merupakan manivestasi keimanan dan keislaman paripurna  Muslim. Akhlakul karimah dalam pengertian luasnya ialah perilaku, perangai, ataupun adab yang didasarkan pada nilai-nilai wahyu sebagaimana dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW. Akhlakul karimah terbukti efektif dalam menuntaskan suatu permasalahan serumit apa pun.

B.  Kiat Menggapai Akhlaqul Karimah
     Sesungguhnya kemuliaan akhlak itu terwujud dengan memberikan apa yang dipunyai kepada orang lain, menahan diri sehingga tidak menyakiti, dan menghadapi gangguan atau tekanan dengan penuh kesabaran. Hal itu akan bisa digapai dengan membersihkan jiwa dari sifat-sifat rendah lagi tercela dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji. Simpul kemuliaan akhlak itu adalah: kamu tetap menyambung hubungan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, memberikan kebaikan kepada orang yang tidak mau berbuat baik kepadamu, dan memaafkan kesalahan orang lain yang menzalimi dirimu.
      Ajarkan kepada orang lain dalam setiap kesempatan mengenai akhlakul karimah tersebut. Secara sistemtik dan sungguh-sungguh menerapkan/melaksanakan hal-hal yang dipahami tersebut dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari hal-hal kecil dan sederhana pada lingkungan yang paling dekat bersifat privat, serta segerakan mulai dari saat ini.

C.  Akhlak-Akhlak Terpuji
     1.   Orang yang baik adalah orang yang baik akhlaknya
          Kriteria Orang Baik
          Adapun sebagian tanda orang yang memiliki akhlak yang baik, antara lain;
          a. Berbicara dengan kata-kata yang baik, baik kepada Orang tua/keluarga ataupun tetangganya. Melindungi dan menghormati orang tua, senang melakukan silaturrahmi, dan senang membantu orang lain terutama orang tuanya.
           b. Tidak menyakiti tetangga, tidak mengambil hak orang lain, tidak meneyebarkan aib orang lain, mampu memelihara amanat (rahasia) yang meneyebakan orang lain atau dirinya malu.
           c. Selalu membina tali persaudaraan, senang tolong menolong (gotong royong), selalu waspada terhadap sesuatu yang merugikan orang lain dan dirinya, berlaku adil dan bijaksana terhadap hukum dan kesenangan, serta berlomba-lomba dalam melakukan perbuatan baik.
          d. Memberikan dan mengucapkan salam dengan hormat, dan tidak berbicara yang bukan mengenai dirinya dengan berlebihan, tidak berbicara tentang masalah kepada orang lain pada saat yang tidak tepat, selalu memaafkan kesalahan orang lain, dan menjauhkan diri dari perkataan (omong) kosong.

2.    Orang yang paling berhak untuk dihormati
      عن أبي هريرة رضي اللهُ عَنْهُ: جَاءَ  رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، فقال يا رسولَ اللهِ: مَنْ أَحَقُّ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قالَ: أُمَكَ، قالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قالَ: أُمُّكَ، قالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قالَ: أُمُّكَ، قَالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ: أَبُوْكَ. (رواه البخاري ومسلم)
        Artinya: Abu Hurairah berkata: “seseorang datang kepada Rasulullah Saw. dan berkata: Ya Rasulullah, siapakah yang paling berhak aku layani (dampingi)? Nabi menjawab: “ibumu”. Orang itu lalu bertanya: “Lalu siapa”. Jawab Nabi: “Ibumu!”. Lalu siapa, tanya orang itu. Jawab Nabi: “Ibumu!”. Kemudian siapakah? Jawab Nabi: “Ayahmu!” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
        Ibu adalah orang yang telah mengandung dan melahirkan kita serta memelihara dan mengasuh kita dengan segala kasih sayang tanpa memikirkan untung dan rugi. Sepantasnya beliau haruskita hormati dengan penuh khidmat. Begitu pentingnya seorang ibu, sehingga sampai tiga kali Rasulullah menekankan bahwa ibu lebih berhak menerima penghormatan dari ank-anaknya. Ini bukan berarti ayah dan oreang tua serta saudara-saudara yang lain tidak berhak dihormati, namun yang lebih dahulu adalah ibu, baru ayah dan yang lebihh dekat dari itu, baru yang lain. Juga begitu penting seorang ibu, sehingga Rasulullah saw. pernah menegaskan bahwa: Syurga itu ada dibawah telapak kaki para ibu. Kita wajib menghormati dan mencintai serta menyayangi ibu jjuga ayah kita, sebab keridhaan Allah terletak pada keridhaan kedua orang tua kita, sedangkan murka Allah pun terletak pada keduanya, khusus nya ibu , sebab doa ibu sangat maqbul, sekalipun doa itu merupakan kutukan. Kita ingat beberapa kisah yang pernah terjadi akibat durhaka pada ibu, seperti kisah Juraij dan sebagainya.

3.    Kejujuran membawa kepada kebajikan
 عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رضيَ اللهُ عنه، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إلَى البِرِّ، وَإنَّ البِرَّ يَهْدِي إلى الجَنَّة، وَإنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُوْنَ صِدِّيْقًا، وَإنَّ الكَذِبَ يَهْدِي إلى الفُجُوْرَ، وَإِنَّ الفُجُوْرَ يَهْدِي إلى النارِ، وإنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبَ حَتَّى يَكْتُبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا (رواه البخاري ومسلم)
  Artinya: “Abdulah ibn Mas’ud ra. Berkata: Nabi Saw. Bersabda: “Sesungguhnya benar/kejujuran itu membawa kebaikan, dan kebaikan itu mengantarkan  ke surga, dan seorang yang berlaku benar sehingga tercatat di sisi Allah sebagai seorang yang sangat jujur. Sebaliknya, dusta membawa kepada kecurangan/perbuatan lacur, sedangkan kecurangan itu mengantarkan ke neraka. Dan seorang itu berdusta sehingga tercatat di sisi Allah sebagai pendusta (HR. al-Bukhari dan Muslim).
      Lawan dari kejujuran adalah dusta yang Allah telah melarang kita darinya. Rasulullah  juga telah melarang kita darinya. Sungguh dalam hadits ini Nabi telah menjelaskan kepada kita bahwa kedustaan akan menjerumuskan pelakunya kedalam maksiat yang akan memasukan pelakunya kedalam neraka. Sedangkan orang-orang yang terbiasa melakukan perbuatan dusta, maka dia akan digolongkan sebagai orang-orang pendusta dan termasuk yang berhak mendapat siksa dari Allah. Perbuatan dusta akan menjadikan pelakunya dibenci oleh Allah dan dibenci oleh makhluk-Nya. Maka hendaklah kita berperilaku jujur dengan menjauhi perbuatan dusta agar mendapat ridha dari Allah dan dimasukkan ke dalam surga.
      Faedah Yang Bisa Diambil dari Hadits:
      1.  Kejujuran termasuk akhlak terpuji yang dianjurkan oleh Islam.
      2.  Diantara petunjuk Islam hendaknya perkataan orang sesuai dengan isi hatinya.
      3.  Jujur merupakan sebaik-baik sarana keselamatan di dunia dan akhirat.
      4.  Seorang mukmin yang bersifat jujur dicintai di sisi Allah Ta’ala dan di sisi manusia.
      5.  Membimbing rekan lain bahwa jujur itu jalan keselamatan di dunia dan akhirat.
    6.  Menjawab secara jujur ketika ditanya pengajar tentang penyebab kurangnya melaksanakan kewajiban.
      7.  Dusta merupakan sifat buruk yang dilarang Islam.
      8.  Wajib menasihati orang yang mempunyai sifat dusta.
      9.   Dusta merupakan jalan yang menyampaikan ke neraka.

4.    Berbuat baik dengan tetangga
      عن أبي شُرَيْحٍ العَدْوِي قالَ: سَمِعَتْ أذناي وأبصرتْ  عَيْنَايَ حِيْنَ تَكَلَّمَ النَّبي صلى الله عليه وسلم، فقالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنث بِاللهِ واليومِ الآخرِ فَلْيُكْرِمُ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللهِ واليومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ جَائِزَتَهُ“، قالَ وَمَا جَائِزَتُهُ يا رسولَ اللهِ؟ قال: يومٌ وليلةٌ، والضِّيافةُ ثلاثةُ أيَّامٍ، فَمَا كَانَ وَرَاءَ ذلك فَهُوَ صَدَقَةٌ عَليْه، ومَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللهِ واليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ“ (رواه البخاري ومسلم)
     Abu Syuraih al-Adawi ra. berkata: telah mendengar kedua telingaku, juga telah melihat kedua mataku ketika Nabi Saw. Bersabda: ”Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah menghormati tetangganya. Dan siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka harus menghormati tamu jaizahnya. Sahabat bertanya: apa jaizahnya itu ya Rasul? Nabi menjawab: “Jaizahnya itu ialah hidangan jamuan pada hari pertama (sehari semalam). Dan hidangan untuk tamu itu tiga hari, yang selebihnya itu dianggap sebagai shadaqah.  Dan siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir , maka harus berkata baik atau diam (al-Bukhari dan Muslim)
      Dalam kehidupan sosial, tetangga merupakan orang yang yang secara fisik paling dekat jaraknya dengan tempat tinggal kita. Dalam tatanan hidup bermasyarakat, tetangga merupakan lingkaran kedua setelah rumah tangga, sehingga corak sosial suatu lingkungan masyarakat sangat diwarnai oleh kehidupan pertetanggaan. Pada masyarakat pedesaan, hubungan antar tetangga sangat kuat hingga melahirkan norma sosial. Demikian juga pada lapisan masyarakat menengah kebawah dari masyarakat perkotaan, hubungan pertetanggaan masih sekuat masyarakat pedesaan. Hanya pada lapisan menengah keatas, hubungan pertetanggaan agak longgar karena pada umumnya mereka sangat individualistik.


Tradisi ke Islaman memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pembentukan norma-norma sosial hidup bertetangga. Adanya lembaga salat berjamaah di masjid atau mushalla, baik harian lima waktu, mingguan Jum''atan maupun tahunan Idul Fitri dan Idul Adha cukup efektip dalam membentuk jaringan pertetanggan. Demikian juga tradisi sosial keagamaan, seperti tahlilan, ratiban, akikah, syukuran, lebaran dan sebagainya sangat efektip dalam mempertemukan antar tetangga.
 
Selanjutnya akhlak bertetangga diajarkan sebagai berikut:
(a) Melindungi rasa aman tetangga. Kata Nabi, ciri karakteristik
      seorang muslim adalah, orang lain (tetangga) terbebas dari
      gangguannya, baik gangguan dari kata-kata maupun dari perbuatan fisik.
(b) Menempatkan tetangga (yang miskin) dalam skala prioritas
      pembagian zakat.
     (c) Memberi salam jika berjumpa.
     (d) Menghadiri undangannya.
     (e) Menjenguk tetanggga yang sakit.
     (f) Melayat atau mengantar jenazah tetangga yang meninggal dunia.
     (g) berempati kepada tetangga


D.     Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Seseorang Dalam Berakhlak
1.   Genetik / turunan
           Akhlak: jati diri/karakter yang menyertai manusia di manapun ia berada, oleh karenanya keteladanan orang tua (rumah tangga) sangatlah mempengaruhi terhadap perkembangan akhlak anak-anaknya. Di sadari atau tidak bahwa apa yang dilakukan oleh orang tua (ayah, ibu, dan lainnya) telah menuntun kepada sikap dan perilaku anak-anaknya. Dan ketahuilah bahwa proses pendidikan lebih banyak dinikmati oleh anak melalui mata, yakni mencapai 83%, dan hanya 11% melalui telinga atau nasehat, sedangkan 6% lainnya melalui keterampilan. Dengan demikian orang sering mengatakan buah tidak akan jauh jatuh dari pohonnya.
       2.  Sisi psikologis : Al-nafsiyah / kejiwaan
            Secara psikologis bahwa yang turut mempengaruhi pembentkan akhlak adalah berasal dari dalam diri anak itu sendiri. Hal ini terbentuk oleh faktor pengalaman dan kesadaran anak dalam kehidupan rumah tangga. Semakin baik kebiasaan rmah tangganya dalam pergaulan keseharian, maka semakin baik pula akhlak anak-anaknya, sebaliknya semakin rusak akhlak dalam rumah tangganya, maka semakin banyak kecenderungan memiliki akhlak yang buruk pula.
        3.  Faktor social / lingkungan : Syariah Ijmaiyah
             Faktor lingkungan tidak kalah pentingnya dalam pembentukan akhlak, semakin baik lingkungan hidup anak, maka semakin baik pula kemungkinan akhlaknya. Pepatah klasik mengatakan “bahwa dekat pandai besi maka akan kepercikan apinya, dan dekat orang menjual minyak wangi maka akan keciupan baunya.
        4.   Nilai Islami yang tertanam dalam dirinya
              Gaya hidup seorang manusia / muslim yang dilandaskan dengan al-qur’an dan as-sunnah, akan terbentuk akhlak yang islami. Karena hal yang demikian itu akan menunjukkan apa yang baik di mata Allah dan rasulnya, Baik dimata Allah adalah; Takwa dan sabar kepada Allah - mengabdi, selalu tunduk dan patuh kepada perintah-Nya, Berserah diri dan tawakkal kepada Allah, pandai bersyukur, Ikhlas dalam semua peristiwa yang terjadi dalam dirinya, serta khouf / takut dan Radja atau penuh harap.

Senin, 30 Mei 2016

SMP 4 Membangun Generasi Muda yang Cerdas, Kreatif, dan Berakhlak


SMP 4 Membangun Generasi Muda yang Cerdas, Kreatif, dan Berakhlak

Sebuah negara akan menjadi besar apabila didukung oleh para pemuda yang sadar bahwa pendidikan itu penting bagi mereka. Kemajuan suatu bangsa sangat bergantung pada generasi penerus bangsa yang tidak lain adalah para pemuda. Suatu bangsa yang besar harus mampu bersaing dengan bangsa lain dalam hal apa pun. Namun, bagaimanakah kondisi Bangsa Indonesia saat ini? Masih banyak anak-anak bangsa yang tidak mampu mengenyam pendidikan karena kemiskinan yang tengah melanda negeri ini. Padahal, pendidikan merupakan kunci utama untuk memajukan bangsa ini, belum lagi kasus narkoba yang kian merebak di kalangan generasi bangsa yang seolah tidak kunjung menemukan titik temu. Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk membangun bangsa ini? Menjadi generasi unggul yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia melalui pendidikan adalah satu jawaban tepat bagi kita untuk membangun bangsa yang tengah dirundung banyak masalah ini.

Pembangunan Nasional merupakan upaya berkelanjutan untuk memajukan kehidupan bangsa. Modal utamanya adalah generasi bangsa yang cerdas dan kreatif yang memiliki kepekaan pikiran, daya imajinasi yang tinggi, rasa keingintahuan, serta kemampuan untuk menemukan atau menciptakan hal-hal baru. Di tangan para pemuda lah cita-cita bangsa yang semakin tua ini akan diwujudkan. Kejayaan bangsa secara otomatis akan terwujud dengan adanya dukungan dari para pemuda yang unggul. Begitu pula sebaliknya, bangsa ini akan hancur apabila generasi mudanya rusak dan tidak pernah memedulikan masa depan mereka.

Upaya bangsa ini untuk mencetak generasi penerus yang berkualitas, cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia tentu tidak lepas dari berbagai hambatan. Hambatan tersebut di antaranya adalah masuknya budaya asing ke Indonesia yang sebagian besar cenderung menjurus pada hal-hal yang negatif. Akibatnya, generasi muda semakin meninggalkan akar budaya luhur bangsanya dan cenderung mengikuti budaya negatif, seperti pergaulan bebas, sikap hidup boros dan glamour, serta penyalahgunaan narkoba.
Budaya tersebut jelas sangat memengaruhi mental generasi muda,  Mereka menjadi malas belajar, suka keluyuran pada malam hari bahkan mabuk tidak sadarkan diri. Mereka yang seharusnya menjadi generasi penerus cita-cita bangsa hanya akan memperburuk citra negara. Akibatnya, negara ini akan kekurangan sumber daya manusia yang berkualitas. Tidak aneh kalau tingkat pengangguran dan kemiskinan di Indonesia semakin meningkat. Belum lagi masalah-masalah sosial lain yang menambah keruhnya suasana. Lantas, bagaimana nasib bangsa ini kalau para generasinya rusak seperti itu? Dapat dipastikan negara ini akan terpuruk jika permasalahan semacam itu dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, pelaksana pendidikan dituntut untuk bekerja lebih optimal.

Melihat kenyataan ini, SMP 4 bertekat untuk mendidik generasi bangsa agar terbentuk manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas, kreatif, dan berakhlak mulia.
Di samping pendidikan, faktor lain yang juga berperan dalam membentuk generasi bangsa yang berkualitas  adalah rasa iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Rasa keimanan dan ketakwaan akan membentengi seseorang dari perbuatan-perbuatan tercela. Sebuah pepatah yang berbunyi ‘ilmu tanpa agama adalah buta’ rasanya memang benar adanya. Setinggi apa pun ilmu yang didapatkan tanpa diikuti kepatuhan terhadap perintah agama pasti akan binasa.. Oleh karana itu, generasi muda hendaknya mempunyai rasa iman dan takwa, di samping juga cerdas dan kreatif.

Untuk itu maka SMP 4 Kepil bertekad akan mewujudkan generasi Muda yang berakhlaq mulia melalui kegiatan keagamaan, seperti majelis taklim dan peringatan hari besar agama  di sekolah yang Insyaallah  merupakan solusi  dalam rangka menanamkan dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan. Dengan demikian, terbentuklah generasi penerus pilihan yang cerdas, kreatif, berakhlak mulia, dan mengedepankan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan.
                                                                                                                                               
Marilah mulai saat ini, Kita wujudkan tekat kita untuk membentuk generasi  penerus  menjadi generasi muda yang unggul, kreatif, dan berakhlak mulia dengan usaha keras dan kegigihan serta diimbangi dengan kepatuhan terhadap ajaran agama. Berdasarkan penelitian, kebanyakan manusia hanya memanfaatkan kurang dari 10 persen dari kemampuan otaknya. Jika demikian, mengapa masih ada orang yang menganggap bahwa dirinya bodoh? Bukankah jika kita memaksimalkan kerja otak, kita akan melampaui kebanyakan orang? Ingat kata pepatah, tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri Cina. Oleh karena itu, teruslah berusaha wahai generasi muda demi kemajuan bangsa ini dan janganlah pernah berputus asa .

Jumat, 27 Mei 2016

PELEPASAN SISWA SISWI SMP N 4 KEPIL


PELEPASAN SISWA SISWI KELAS IX.

Perjalanan panjang selama 3 tahun di SMP N 4 Kepil,  kini sudah sampai pada detik-detik terakhir. Siswa kelas 9 tahun pelajaran 2015/2016 pada hari Kamis, 25 Mei  2016 menjadi hari yang sangat ditunggu-tunggu. Hari ini adalah hari pelepasan siswa kelas 9 walaupun  hasil Ujian Nasional belum diumumkan. Semoga Allah membahagiakan anak-anak.

Acara pelepasan yang dilaksanakan di Halaman Tengah SMP N 4 Kepil berlangsung sangat hikmad dan meriah, walaupun sebelumnya sangat membuat panik dan stress, terutama bagi orang yang berada di balik layar/ di bawah Panggung. Bagaimana tidak???...... karena Panggung dan sound system datangnya sangat terlambat,…. Tetapi alhamdulillah semua bisa diatasi berkat kerja sama yang harmonis dan didasari rasa persatuan dan iklas demi kebahagiaan bersama.
 Acara dimulai dengan pra acara yaitu: penampilan Band siswa untuk menyambut kedatangan tamu orang tua/wali murid. Tampil pada kesempatan tersebut yaitu band siswa kelas 9. Setelah menampilkan band kemudian disusul dengan para siswa kelas 9 memasuki arena Wisuda, dilanjutkan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya.
Setelah Pembacaan ayat suci Alqur’an, Group Paduan Suara SMP 4 naik ke panggung, dengan gagahnya mereka melantunkan Mars SMP N 4 Kepil, dengan suara yang lantang, namun merdu. Alhamdulillah anak2 bangga dengan sekolahnya.
Acara demi acara berlangsung dengan lancar sampai pada pemberian hadiah untuk para sang juara Lomba antara lain : Juara 1 kab Pencak Silat, Juara Harapan 1 Cipta Lagu, dan Juara 1 Tingkat Propinsi Jawa Tengah untuk Lempar lembing putri.

Sesuai dengan amanat dari Dinas Pendidikan bahwa untuk pengumuman hasil UN dilaksanakan pada  Tanggal 11 Juni 2016 pukul 14.00. Sehingga acara pelepasan telah  dilaksanakan, belum diumumkan hasil UN. 

Selamat dan sukses untuk seluruh siswa kelas 9 yang telah berjuang meniti masa depan menuju cita-cita. Semoga Allah SWT memudahkan langkah kalian dalam menggapai mimpi-mimpi mulia itu.


Berikut ini adalah cuplikan kemeriahan itu :


Inilah Group Paduan Suara yang heboh menyanyikan Lagu kebanggaan SMP N 4 Kepil





Tari ndolalak..... yang menjadi Icon SMP N 4 Kepil


 Inilah bagian dari kebahagiaan itu


Maaf.... yang lain belum sempat mengunggah... sabar yak?